Welcome To Sewa Load Bank

sewaloadbank.co.id adalah Jasa Sewa Load Bank, Sewa Genset dan Service Genset.

sewa load bank murah
sewa load bank murah

Untuk kebutuhan Sewa Load Bank, kami PT. Harfika Nusantara Buana melayani mulai kapasitas ;

  1. Loadbank 50 kw, 3 phase, AC power only.
  2. Loadbank 100 kw, 3 phase, AC power only.
  3. Loadbank 200 kw, 3 phase, AC power only.
  4. Loadbank 300 kw, 3 phase, AC power only.
  5. Loadbank 400 kw, 3 phase, AC power only.
  6. Loadbank 500 kw, 3 phase, AC power only.
  7. Loadbank 600 kw, 3 phase, AC power only.
  8. Loadbank 800 kw, 3 phase, AC power only.
  9. Loadbank 1000 kw, 3 phase, AC power only.
  10. Loadbank 1200 kw, 3 phase, AC power only.
  11. Loadbank 1500 kw, 3 phase, AC power only.
  12. Loadbank 2000 kw, 3 phase, AC power only.
  13. Loadbank 2200 kw, 3 phase, AC power only.
  14. Loadbank 2500 kw, 3 phase, AC power only.
  15. Loadbank 3000 kw, 3 phase, AC power only.

Paket sewa 8 jam sudah termasuk :

  1. Gratis pengiriman unit Jakarta sekitarnya.
  2. Kabel 15-20 meter.
  3. Instalasi dari panel dc genset ke loadbank.
  4. Digital meter.
  5. Berita acara form pengetesan.
  6. Operator dan Tehnisi.

Untuk kebutuhan Service Genset, kami PT. Harfika Nusantara Buana juga melayani jasa Service Genset dimulai kapasitas 20 kva hingga kapasitas 2000 kva untuk merek genset Perkins, genset Cummins, genset Mitsubishi, genset Volvo, genset Deutz, genset MTU, genset Yanmar, genset Doosan, genset Foton, dan beberapa merek genset diesel lainnya.

Layanan service genset yang kami tawarkan ada beberapa jenis , yakni :

  1. Pengecekan dan visit ke customer (free of charge JAKARTA area)
  2. Kontrak Service berkala.
  3. Service Top , Semi dan General Overhoul.
  4. Part supply.

Untuk lebih jelasnya jangan ragu menghubungi kami ;

PT. HARFIKA NUSANTARA BUANA

Jl. Cipinang Muara 2 No. 16 Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13470
Phone : +62-21-8661 6365,
WhatsApp :
Devi : 0813 1677 5737
Zaenudin : 0812 8381 4737
Yatna : 0812 8533 8689

Email : zaenudin.genset@gmail.com – jayatna10@gmail.com

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Manfaat Load Bank untuk Operasional Industri

Setiap perusahaan baik kecil maupun besar pasti membutuhkan listrik agar bisnisnya tetap berjalan. Loadbank berkualitas sangat dibutuhkan agar listrik di di suatu perusahaan tetap mengalir. Loadbank adalah perangkat yang digunakan untuk mengembangkan beban listrik agar beban operasional yang dibuthkan oleh industri dapat dikelola secara efisien dan dikontrol melalui sistem.

Loadbank berkualitas
Loadbank berkualitas

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari loadbank bagi operasional industri.

1. Memindahkan Beban Kinerja Generator

Jika crane dioperasikan dengan menggunakan generator, maka bisa saja generator mengalami overspeed karena beban yang berukuran besar akan menyebabkan hilangnya beban kejut secara mendadak.

Loadbank bermutu bisa mengatasi masalah ini. Dengan adanya loadbank, maka beban crane akan langsung ditempatkan pada unit loadbank. Hal ini juga berfungsi untuk mencegah terganggunya kestabilan generator yang sedang beroperasi.

2. Mengetes Mesin Diesel dan Turbin

Loadbank terbaik juga dibutuhkan untuk tes load genset dan turbin. Selain itu, loadbank juga digunakan untuk mengukur kesesuaian spesifikasi mesin diesel dengan kapasitas yang sesungguhnya.

Setelah mesin diesel, turbin, dan genset dioperasikan selama lebih dari 14.000 jam, maka akan dimulai dengan pengunaan loadbank. Hal ini dilakukan untuk menguji penurunan kemampuan ketiga perangkat tersebut. Hal ini juga yang kemudian memungkinkan Anda untuk mengelola performa mesin diesel dan menjadikannya sebagai acuan servis berkala.

3. Mendukung Tes Sinkronisasi Mesin

Untuk menjaga agar tes sinkronisasi mesin dapat berjalan dengan lancar, maka loadbank juga bisa digunakan dalam proses ini. Anda dapat melakukan setting terlebih dahulu pada loadbank sebelum mulai melakukan tes sinkronisasi. Hal ini dilakukan agar tes sinkronisasi dapat berjalan dengan lancar sehingga penggunaan listrik operasional industri tidak akan terganggu.

Bagi perusahaan yang butuh dilakukan pengecekan dan testing,  Kami menyediakan load bank yang dapat disewa.

Loadbank di kami dapat diuji cobakan pada turbin, genset, battrei, Load Rejection, dan lain sebagainya, yang mana semua itu dapat disiapkan dalam satu paket untuk memastikan seluruh sistem yang teruji berjalan dengan baik.


Kami perusahaan bergerak di bidang Jasa Sewa LoadbankService Genset dan Sewa genset. Jika Anda Membutuhkan Jasa Sewa Loadbank, Service Genset atau Sewa Genset silahkan hubungi kami :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tak Punya Izin Operasional Genset 200 KVA, Dendanya Bisa Sampai 4 Miliar

Pelaku usaha maupun perorangan yang menggunakan pembangkit listrik berupa generator set (genset) di atas 200 KVA harus menggunakan Izin Operasional Genset. Hak ini berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, penggunaan genset di atas 200 KVA harus punya Izin Operasional Genset. undang-undang tersebut juga mengatur sanksi bagi pelaku usaha yang tidak mengantongi izin berupa sanksi administrasi, pidana, hingga denda sebesar-besarnya Rp4 miliar.

Hal ini terungkap pada Forum Konsultasi Publik standar pelayanan perizinan sektor ketenagalistrikan yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo di Hotel Damhil, Kota Gorontalo, Rabu (6/3/2019), yang dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim.

 “Tentunya kita tidak menginginkan ada pelaku usaha yang terkena sanksi tersebut. Oleh karena itu aturan ini perlu disosialisasikan karena pengelolaan ketenagalistrikan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi, serta tumbuhnya sektor industri dan UMKM di Provinsi Gorontalo,” ujar Wagub Idris Rahim.

Sementara itu Kepala Bidang Energi Ketenagalistrikan Dinas Penanaman Modal, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Rasam Sabaya, menjelaskan bahwa izin operasi pembangkit listrik terbagi dalam tiga klasifikasi, yaitu izin untuk pembangkit dengan kapasitas di atas 200 KVA, 25 sampai 200 KVA, serta kapasitas 20 sampai 25 KVA.

 “Untuk genset di atas 200 KVA menggunakan izin operasi dengan persyaratan administrasi dan teknis yang sudah ada di Bagian Perizinan. Kemudian untuk yang 25 sampai 200 KVA menggunakan surat keterangan terdaftar, dan untuk yang kapasitas 20 sampai 25 KVA hanya berupa laporan saja untuk jenis pembangkit yang digunakan,” pungkas Rasam. (rls)

Penulis : Leo Pateda

Sumber : Humas Gorontalo Prov


Kami perusahaan bergerak di bidang Jasa Sewa LoadbankService Genset dan Sewa genset. Jika Anda Membutuhkan Jasa Sewa Loadbank, Service Genset atau Sewa Genset silahkan hubungi kami :

Izin Operasional Genset

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Posted in Uncategorized | Leave a comment

WAJIB HUKUMNYA IZIN OPERASI (IO) DAN SERTIFIKAT LAIK OPERASI (SLO) UNTUK GENSET

IZIN OPERASI (IO) DAN SERTIFIKAT LAIK OPERASI (SLO) UNTUK GENSET

Banyak pemilik Genset yang kurang mengetahui bahwa kepemilikan Genset harus dilengkapi dengan Izin Operasi (IO) dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) bagi pihak yang memiliki Genset.

Padahal, aturan main kepemilikan Generator Set (Genset), sudah diatur pada :

  1. Permen ESDM No. 38 Tahun 2018 tentang Tatacara Akreditasi dan Sertifikasi Ketanagalistrikan
  2. Pergub Jatim No. 35 Tahun 2019 tentang Tata Cara Sertifikasi Laik Operasi Instalasi
  3. Permen ESDM No. 12 Tahun 2019 tentang Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Sendiri Yang Dilaksanakan Berdasarkan Izin Operasi

Yang menyatakan bahwa instalasi tenaga listrik, baik itu instalasi penyediaan maupun instalasi pemanfaatan tenaga listrik, wajib memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO), dan Izin Operasi (IO) dengan beberapa catatan.

Detail selanjutnya juga dijelaskan sebagai berikut :

  1. Instalasi Listrik ≤ 500 KVA , tidak diperlukan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Izin Operasi (IO), tapi wajib menyampaikan laporan kepada Menteri melalui Direktur Jenderal atau Gubernur sesuai dengan kewenangannya
  2. Instalasi Listrik > 500 KVA , wajib memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Izin Operasi (IO)

Seperti yang dicantumkan kedalam perundang undangan, terdapat juga sanksi terhadap pemilik Genset yang tidak melengkapi IO dan SLO. Yakni, ancaman denda paling banyak Rp 500 juta.

Semoga bermanfaat!


Kami perusahaan bergerak di bidang Jasa Sewa Loadbank, Service Genset dan Sewa genset. Jika Anda Membutuhkan Jasa Sewa Loadbank, Service Genset atau Sewa Genset silahkan hubungi kami :

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Comments Off on WAJIB HUKUMNYA IZIN OPERASI (IO) DAN SERTIFIKAT LAIK OPERASI (SLO) UNTUK GENSET

Tak Banyak Yang Tahu, Ini Dia Berbagai Fungsi-Fungsi Dari UPS

Tak Banyak Yang Tahu, Ini Dia Berbagai Fungsi-Fungsi Dari UPS
Fungsi dari UPS

Tak Banyak Yang Tahu, Ini Dia Berbagai Fungsi-Fungsi Dari UPS

Tak Banyak Yang Tahu, Ini Dia Berbagai Fungsi-Fungsi Dari UPS. Bila membahas tentang komputer, kita sering mengenal tentang perangkat bernama UPS. Namun, mungkin tak banyak yang tahu apa itu UPS dan manfaatnya ketika mengoperasikan komputer. Oleh karena itu, Saya akan mencoba memberikan penjelasannya kepada para pembaca seperti sebagai berikut. Simak ulasannya berikut!

UPS sendiri merupakan singkatan dari Uninterruptable Power Sistem atau sering juga disebut dengan Uninterruptable Power Supply. Fungsi dasar dari UPS sendiri adalah perangkat elektronik yang dapat menyediakan cadangan listrik sementara ketika arus listrik utama yang Anda gunakan mengalami gangguan atau pemadaman.

UPS mampu memberikan perlindungan seketika saat terjadi pemutusan sumber listrik. Perangkat UPS ini dapat digunakan untuk melindungi segala jenis alat elektronik yang sensitif terhadap ketidakstabilan arus dan tegangan listrik. Namun, pada umumnya UPS digunakan untuk melindungi komputer supaya ketika terjadi kehilangan daya secara mendadak, agar kita masih sempat mematikannya secara benar untuk menghindari kerusakan baik software maupun hardware.

Seperti yang kita ketahui, listrik di Indonesia sering tidak stabil karena sering terjadi pemadaman bergilir sehingga UPS sangat dibutuhkan ketika menjalankan komputer. UPS bekerja ketika aliran listrik PLN terputus. Ketika aliran listrik dari PLN terputus, maka UPS secara otomatis melakukan back-up aliran listrik tersebut, sehingga peralatan elektronik tidak akan mati. Di dalam UPS terdapat sebuah sistem yang dapat mendeteksi terputusnya aliran listrik dari PLN, sehingga bisa langsung menggantikan perannya tanpa jeda. UPS memiliki battery yang menyimpan energi listrik merupakan sumber energi untuk menggantikan sementara aliran listrik dari PLN.

Karena perannya yang begitu penting, berikut akan mencoba memaparkan beberapa komponen dari UPS:

  • Filter: Yang dimaksud di sini adalah blok atau bagian yang berfungsi untuk mengeliminasi gangguan kelistrikan. Untuk jenis UPS Line Interactive Filter ini disebut dengan Automatic Voltage Stabilizer yang memiliki sistem proteksi terhadap gangguan listrik secara terbatas. Sedangkan pada UPS jenis Online atau Continuous filter ini biasanya disebut dengan EMI/RFI.
  • Power Supply dan Charger: Bagian ini berfungsi untuk merubah tegangan AC yang berasal dari PLN atau generator menjadi tegangan searah DC. Tegangan DC ini digunakan untuk menggerakkan komponen aktif agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan,selain itu sebagian dari tegangan tersebut digunakan untuk mengisi (Charge) Battery.
  • Battery: Fungsi utamanya adalah sebagai media penyimpan energi listrik yang akan digunakan apabila sumber listrik utama/PLN padam. Energi listrik yang disimpan pada battery akan digunakan oleh inverter untuk kemudian diubah menjadi listrik AC.
  • Inverter: Memiliki fungsi untuk mengubah tegangan DC yang berasal dari battery menjadi tegangan AC yang akan digunakan oleh komputer.
  • Transfer Switch: Sesuai dengan namanya, transfer switch berfungsi untuk menghubungkan beban ke output inverter atau menghubungkan langsung beban ke sumber listrik. Bypass proses ini hanya terjadi pada UPS Online. Sedangkan pada Line Interactive, transfer switch akan menghubungkan beban ke output inverter apabila sumber listrik utama padam.
Tak Banyak Yang Tahu, Ini Dia Berbagai Fungsi-Fungsi Dari UPS
Prinsip Dasar Cara Kerja UPS

Fungsi UPS

UPS memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai alat untuk menstabilkan tegangan arus listrik, memberikan cadangan listrik sementara, dan sebagai alat bantu untuk melakukan backup data. Saya akan mencoba menguraikan mengenai masing-masing fungsi UPS tersebut.

  1. Sebagai alat untuk menstabilkan arus listrik
    Listrik yang mengalir ke komputer di rumah maupun kantor kita tidak selalu dalam keadaan yang konstan. Seringkali arus listrik yang mengalir terkena hambatan sehingga tegangannya menurun. Tegangan listrik yang menurun ini dapat membahayakan alat elektronik , baik di rumah maupun kantor, tidak terkecuali komputer kita.
    Jika tegangan listrik naik turun beberapa kali saja tentu tidak masalah. Namun, jika tegangan listrik ini tidak stabil dalam jangka waktu panjang dan sering terjadi maka akibatnya akan sangat fatal dan merugikan. Di Indonesia pada khususnya, listrik masih menjadi masalah dimana seringkali terjadi pemadaman, ketidakseimbangan antara persediaan listrik dan permintaan tidak seimbang, serta jauhnya pendistribusian listrik menyebabkan masalah ketidakstabilan tegangan listrik ini.
    Nah, disini peranan UPS sangat penting. UPS ini dapat membantu menstabilkan tegangan listrik yang masuk pada komputer kita. Bisa dikatakan, UPS ini adalah perangkat yang wajib untuk dipasang agar komputer kita lebih awet dan tidak mudah rusak.
  2. Memberikan cadangan listrik sementara
    Masih berkaitan dengan poin yang pertama, fungsi UPS adalah untuk menyediakan listrik cadangan sementara bagi komputer kita. Karena masalah listrik yang sering terjadi tersebut, terkadang di saat kita tengah mengerjakan sesuatu di komputer, tiba-tiba listrik mati. Padahal kita belum menyimpan hasil pekerjaan. Meskipun software-software telah dilengkapi dengan fitur autosave, tetapi tidak semua bagian krusial pekerjaan kita sempat tersimpan secara otomatis.
    Oleh karena itu, UPS dapat kita andalkan. UPS ini bersifat seperti baterai yang mampu memberikan listrik cadangan sementara sehingga kita sempat menyimpan file pekerjaan kita dan mematikan komputer ketika listrik tiba-tiba mati. Dengan demikian, kita bisa menyelamatkan hasil pekerjaan sekaligus komputer dari risiko kerusakan komponen akibat pemutusan tegangan secara mendadak.
    Cadangan listrik sementara yang diberikan oleh UPS tentu tidak akan selamanya. Berbagai jenis UPS mempunyai kapasitasnya masing-masing dalam menyediakan cadangan listrik sementara untuk komputer kita ketika listrik mati secara mendadak. Disarankan jika ingin membeli perangkat UPS untuk melindungi perangkat komputer, sebaiknya Anda memilih UPS yang setidaknya bisa bertahan hingga 15 menit.
  3. Sebagai alat bantu backup data
    Fungsi UPS yang ketiga ini sebenarnya mirip dengan fungsi yang kedua tadi. Hanya saja, fungsi ini lebih didedikasikan bagi komputer yang terhubung ke jaringan atau server.
    Tak jarang, di perkantoran komputer-komputer dibuat terintegrasi secara menyeluruh ke dalam server kantor untuk memudahkan transaksi data internal kantor. Untuk memastikan bahwa data tidak hilang atau rusak ketika listrik mati ketika sedang melakukan sinkronisasi.
    Umumnya selain UPS, kantor juga menyediakan sumber listrik cadangan yang lebih besar yaitu genset. Namun listrik yang dihasilkan oleh genset ini juga seringkali tidak stabil. Oleh karena itu, seperti kita bahas pada fungsi pertama tadi, penggunaan UPS adalah suatu keharusan untuk menjamin keamanan perangkat komputer, terutama server.

Adapun UPS memiliki 3 cara kerja yaitu:

  1. Cara kerja UPS sistem stand-by (off-line)
    Cara kerja UPS jenis ini melakukan pengisian daya langsung dari sumber listrik dan menyimpannya ke dalam baterai penyimpanan listrik cadangan yang hanya digunakan ketika putus. Perangkat komputer dapat langsung dihubungkan dengan UPS ini.
    Ketika tegangan yang masuk ke UPS ini tidak stabil, otomatis akan menyalakan sirkuit inverter DC-AC internal yang didukung oleh battery cadangan UPS ini. UPS dengan cara kerja seperti ini umumnya mempunyai harga yang relatif murah dengan spesifikasi di bawah 1 kVA.
  2. Cara kerja UPS sistem line-interactive
    Cara kerja UPS sistem line-interactive ini bekerja dengan cara mempertahankan jalur inverter dan mengalihkan arus DC baterai dari mode charging ke mode penyediaan daya ketika listrik padam.
    Di dalam UPS tipe ini terdapat autotransformer yang bisa mengatur mode pada UPS jenis ini dari mode charging maupun supplying melalui identifikasi kestabilan tegangan listrik ketika masuk. Dalam kondisi voltase rendah, UPS ini akan menyesuaikan arus masuk dan keluar sehingga pada keadaan tersebut akan membutuhkan arus masukan lebih besar.
  3. Cara kerja UPS sistem on-line
    Cara kerja UPS tipe ketiga ini adalah dengan menggunakan metode “double conversion”, dari arus AC yang diterima kemudian dilanjutkan ke baterai internal baru kemudian dialirkan kembali ke daya 120V/240V AC untuk melindungi komputer kita. Secara umum, teknologi yang digunakan pada UPS ini sama dengan sistem line-interactive. Sistem ini umumnya mempunyai kapasitas besar sehingga lebih mahal.

Oleh sebab itu, UPS saat ini banyak digunakan di berbagai instansi yang membutuhkan suplai daya secara terus menerus agar terhindar dari kerugian akibat bermacam-macam gangguan listrik. Perbankan, rumah sakit, stasiun TV, ataupun perkantoran umum yang menyimpan banyak aset data dan peralatan elektronik. Selain itu, mungkin komputer di rumah Anda telah ditunjang dengan perangkat UPS juga ?

Sumber : https://pemasangan.com/

Kami perusahaan bergerak di bidang Jasa Sewa Loadbank untuk Pengetesan UPS dan Genset, untuk kebutuhan bisa hubungi kami :

Jl. Cipinang Muara 2 No. 16 Klender,
Duren Sawit, Jakarta Timur,
DKI Jakarta 13470

Contact Person:

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Posted in Uncategorized | Comments Off on Tak Banyak Yang Tahu, Ini Dia Berbagai Fungsi-Fungsi Dari UPS

Apa itu UPS – Uninterruptible Power Supply

Apa itu UPS – Uninterruptible Power Supply

Apa itu UPS – Uninterruptible Power Supply | Pernahkah kita, ketika lagi seru-serunya berkarya dan berkolaborasi serta dalam high mood, tetiba aliran listrik kita kena interupsi atau tetiba aliran listriknya terputus, dan makin tambah lebih nggak serunya lagi, pekerjaan atau progress yang dikerjakan belum tersimpan atau belum sempat disimpan.. atau bahkan dalam proses disimpan ?

Auto low-mood, padahal deadline semakin mendekat di depan mata. Selain itu juga akan cepat merusak semua perangkat tempur kita yang tentunya akan menjadi tambahan biaya investasi yang tentunya di luar rencana.

Di negara seperti kita saat ini, gangguan suplay listrik bukan sesuatu hal yang aneh. Bahkan di negara maju pun, gangguan transmisi listrik yang mengakibatkan terputusnya aliran listrik masih terjadi, baik faktor alam maupun akibat intervensi manusia.

Belum lama terjadi, hampir separuh pulau Jawa kehilangan suplai listrik atau terjadi pemadaman listrik akibat pohon sengon, dan sebelumnya pernah terjadi akibat trafo gardu induknya rusak yang mengakibatkan terjadinya pemadaman total.

Nah.. bagaimana cara mengatasi dan solusinya? minimal ketika terjadi pemadaman listrik, kita masih sempat untuk menyimpan progress dan update pekerjaan atau proyek yang sedang dikerjakan dengan baik dan proper serta menjaga peralatan tempur kita dari hard shutdown karena tetiba kehilangan daya listriknya.

UPS atau Uninterruptible Power Supply atau bisa diartikan juga akronimnya dengan Uninterruptible Power Source adalah solusinya.

Sepertinya tidak signifikan menggunakan UPS ini, tapi akan signifikan dan menjadi penting serta terasa benefitnya ketika terjadi kejadian pemadaman listrik tidak terjadwal, sehingga kita meminimalisir segala resiko yang terjadi.

Apa itu UPS ? Yuukk.. kita coba kupas sedikit.

Apa itu UPS ?

Apa itu UPS – Uninterruptible Power Supply - APC Smart UPS SRT 2200VA

Uninterruptible Power Supply (UPS) atau dalam bahasa Indonesia daya tak terputus atau sumber daya tak terputus, adalah peralatan listrik yang menyediakan daya darurat ke beban ketika sumber daya input atau daya listrik mati atau padam.

UPS berbeda dari sistem tenaga tambahan atau darurat atau generator siaga karena akan memberikan perlindungan yang hampir seketika dari gangguan daya input dengan memasok energi yang disimpan dalam baterai, superkapasitor, atau fly wheels.

Waktu kerja pada baterai dari sebagian besar sumber daya yang tidak pernah terputus relatif singkat (hanya beberapa menit) tetapi cukup untuk memulai sumber daya siaga atau mematikan peralatan yang dilindungi dengan benar. Ini adalah jenis sistem tenaga berkelanjutan.

UPS biasanya digunakan untuk melindungi perangkat keras seperti komputer, pusat data, peralatan telekomunikasi, atau peralatan listrik lainnya dimana gangguan daya yang tidak terduga dapat menyebabkan cedera, kematian, gangguan bisnis yang serius, atau kehilangan data.

Ukuran unit UPS beragam, mulai dari unit yang dirancang untuk melindungi satu komputer tanpa monitor video (peringkat sekitar 200 volt-ampere) hingga unit besar yang memberi daya pada seluruh pusat data atau gedung.

Terdapat UPS terbesar di dunia, Battery Electric Storage System (BESS) 46-megawatt, di Fairbanks, Alaska yang dapat menggerakkan seluruh kota dan komunitas pedesaan terdekat selama pemadaman. Peran utama dari setiap UPS adalah menyediakan daya jangka pendek ketika suplay sumber daya listrik gagal.

Sebagian besar unit UPS juga mampu dalam berbagai tingkat untuk memperbaiki masalah listrik umum, diantaranya :

  • Lonjakan tegangan atau tegangan berlebih yang berkelanjutan dan penurunan tegangan input sesaat atau berkelanjutan (ini juga menjadi masalah dibanya wilayah di negara kita).
  • Voltage Sag Noise, yang didefinisikan sebagai transien atau osilasi frekuensi tinggi, biasanya disuntikkan ke dalam saluran oleh peralatan di dekatnya yang mengakibatkan ketidakstabilan frekuensi listrik.
  • Distorsi harmonik, didefinisikan sebagai penyimpangan dari bentuk gelombang sinusoidal ideal yang diharapkan pada telepon.

Beberapa produsen unit UPS mengkategorikan produk mereka sesuai dengan jumlah masalah terkait permasalahan daya listrik yang mampu mereka atasi.

Form Factor (Bentuk dan Ukuran) UPS

UPS – Uninterruptible Power Supply hadir dalam beberapa bentuk dan ukuran, disesuaikan dengan penggunaan dan aplikasinya. Sistem UPS yang lebih kecil hadir dalam beberapa bentuk dan ukuran yang berbeda. Namun, dua bentuk yang paling umum adalah tower / menara dan rack-mount.

Model menara / tower berdiri tegak di atas tanah atau di atas meja atau rak dan biasanya digunakan di workstation jaringan atau aplikasi komputer desktop. Model pemasangan pada rak (rack mount) dapat dipasang pada penutup rak standar 19 inci dan dapat membutuhkan mulai dari 1U hingga 12U (unit rak). Mereka biasanya digunakan dalam aplikasi server dan jaringan.

Beberapa perangkat menampilkan antarmuka pengguna yang mampu berputar 90°, sehingga memungkinkan perangkat dipasang secara vertikal di tanah atau horizontal seperti yang akan sering kita temukan di rak.

Tiga jenis utama baterai UPS:

  • Valve Regulated Lead Acid (VRLA),
  • Baterai Flooded Cell atau VLA,
  • Baterai Lithium Ion.

Jangka waktu untuk UPS yang dioperasikan dengan baterai tergantung pada jenis dan ukuran baterai dan laju pengosongan, dan efisiensi inverter. Kapasitas total baterai timbal-asam adalah fungsi dari laju pelepasannya, yang dijelaskan sebagai hukum Peukert.

Produsen atau manufaktur menyediakan peringkat waktu kerja dalam hitungan menit untuk sistem UPS yang dikemas. Untuk sistem yang lebih besar (seperti untuk pusat data) memerlukan perhitungan beban yang terperinci, efisiensi inverter dan karakteristik baterai untuk memastikan daya tahan yang diperlukan tercapai.

Jenis-jenis UPS terbagi dalam beberapa tipe yang menghasilkan karakteristik kinerja berbeda :

  • Standby
  • Line Interactive
  • Double Conversion On-Line
  • Delta Conversion On-Line

UPS tipe Standby

Tipe ini biasa digunakan oleh para pengguna rumahan untuk disandingkan dengan PC mereka. UPS dengan tipe seperti ini mampu melakukan filtrasi terhadap gangguan daya dan pengelolaan arus, selain itu rancangannya efisien, ukurannya kecil serta murah.

UPS tipe Line Interactive

UPS tipe ini adalah yang paling sering digunakan pada unit small business, pengembang web, dan sejumlah server yang berada di departemen pemerintahan. Sebab, selain memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi, tipe ini juga memiliki kemampuan menyesuaikan voltase yang cukup baik.

UPS ini memiliki Inverter yang selalu terhubung ke output sistem UPS untuk mengubah daya dari batere ke AC. Dalam keadaan normal, Inverter akan melakukan pengisian batere. Sedangkan dalam keadaan listrik padam, Transfer Switch akan menutup dan mengalirkan daya dari batere ke output UPS.

Posisi Inverter yang selalu terhubung ke output memberi tambahan penyaring daya. Hal inilah yang membuat UPS dengan tipe ini banyak digunakan untuk server dan kondisi listrik yang tidak terlalu baik.

UPS tipe Double Conversion On-Line

Tipe ini merupakan yang paling lazim untuk UPS dengan daya lebih dari 10kVA. Tipe ini memiliki kesamaan dengan tipe Standby. Hanya saja tipe ini memiliki sumber tenaga utama yang terletak pada Inverter, bukan pada sumber listrik AC.

Pada tipe ini, terputusnya pasokan listrik utama tidak akan memicu sakelar transfer karena arus listrik AC yang masuk pada bagian input tengah melakukan pengisian pada batere yang memberikan tenaga pada Inverter yang terletak pada bagian output.

Oleh karena itu, ketika arus listrik AC terputus, arus tenaga akan segera dialihkan tanpa mengambil jeda saat pengalihan terjadi. UPS tipe ini memperlihatkan kinerja di atas rata-rata. Dapat dikatakan tipe ini mendekati gambaran ideal dari sebuah UPS, sayangnya tipe ini menghasilkan panas yang cukup tinggi.

UPS tipe Delta Conversion On-Line

Hampir sama dengan tipe Double Conversion, tipe Delta menggunakan Inverter untuk selalu memasok voltase. Saat pasokan tenaga terputus, tipe ini melakukan hal yang sama dengan tipe Double Conversion.

Delta Conversion memiliki dua fungsi, yang pertama adalah untuk mengendalikan karakteristik power input. Sedangkan fungsi yang kedua adalah untuk mengendalikan arus pada input untuk mengarahkan proses pengisian pada sistem baterai.

Hal yang perlu diingat adalah tipe ini meminimalisir energi yang terbuang. Selain itu, ia memiliki kompatibilitas tinggi terhadap beragam jenis generator serta mengurangi kebutuhan akan penggunaan kabel.

Keunggulan dan kekurangan tipe-tipe UPS tersebut adalah sebagai berikut :

Standby

  • Keunggulan : biaya rendah; efisiensi tinggi; desain kompak.
  • Kekurangan : baterai tetap terpakai saat listrik padam; tidak cocok untuk pemakaian di atas 2kVA.
  • Keterangan : paling cocok untuk pengguna personal.

Line Interactive

  • Keunggulan : reliabilitas tinggi; efisiensi tinggi; penyesuaian voltase baik.
  • Kekurangan : tidak cocok untuk pemakaian di atas 5kVA.
  • Keterangan : tipe UPS yang paling sering digunakan dalam kondisi listrik yang tidak menentu.

Double Conversion On-Line

  • Keunggulan : penyesuaian voltase yang sangat baik; mudah untuk disambungkan secara paralel.
  • Kekurangan : efisiensi rendah; harganya mahal untuk tipe dengan daya di bawah 5kVA.
  • Keterangan : mendekati gambaran ideal UPS, tapi menghasilkan panas yang cukup tinggi.

Delta Conversion On-line

  • Keunggulan : penyesuaian voltase yang sangat baik; efisiensi tinggi.
  • Kekurangan : tidak cocok untuk penggunaan di bawah 5kVA.
  • Keterangan : efisiensi tinggi memperpanjang daur hidup perangkat saat digunakan pada sistem yang besar.

UPS dan BIM

Selain sebagai bagian dari Objek BIM (BIM object), UPS juga bermanfaat untuk menjaga kelangsungan proses kerja kolaboratif dan kerja kreatif para Profesional BIM melalui penjagaan ketersediaan energi untuk mensuplai peralatan kerja mereka dan mencegah terjadinya kerusakan akibat pengaruh dari beberapa permasalahan ketidakstabilan listrik yang disebabkan oleh banyak faktor yang juga sudah sempat dijelaskan di atas.

Selain itu, UPS menjaga kita semua dari kerja yang terinterupsi, sehingga menyebabkan kita kehilangan mood dan juga keberlanjutan pada pekerjaan serta kolaborasi yang menjadi ikut bermasalah akibat terinterupsi oleh permasalahan listrik ini.

Jadi, UPS ini juga sangat penting bagi para BIMers yang tinggal di daerah, dimana pasokan listriknya belum stabil, sehingga proses kerja kolaboratif dan kreatif kita tidak terganggu. Begitu listrik utama mati, tidak tetiba ikut mati sampai generator hidup dan stabil, atau minimal pekerjaannya dapat disimpan dengan baik dan tidak kehilangan ritme kerja akibat ketiadaan suplai energi listrik yang hilang secara tiba-tiba.

So.. jangan sampai mati gaya akibat hilang listrik ketika ngeBIM.. pake UPS ya. Have nice and lovely BIM ya.. tetap sehat dan jaga jarak.. always Happy BIM..
(PAD-1)

Sumber : archilantis.com


Kami perusahaan bergerak di bidang Jasa Sewa Loadbank untuk Pengetesan UPS dan Genset, untuk kebutuhan bisa hubungi kami :

Jl. Cipinang Muara 2 No. 16 Klender,
Duren Sawit, Jakarta Timur,
DKI Jakarta 13470

Contact Person:

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Posted in Uncategorized | Tagged , , , | Comments Off on Apa itu UPS – Uninterruptible Power Supply